Postingan

Makna Filosofi Warna Sabuk Di KELUARGA PENCAK SILAT NUSANTARA

Gambar
Tingkatan sabuk di Keluarga Pencak Silat Nusantara dimulai dari sabuk: Hitam, Biru, Hijau, Coklat, Ungu, Merah, Jingga, Kuning dan Putih. 3 Pendekar pendiri Keluarga Pencak Silat Nusantara yakni: Moh Hadimulyo, BSc., Dr. Moh Djoko Waspodo, dan dr. Rachmadi Djoko Suwigyo tentu dalam menentukan warna sabuk sebagai jenjang di Keluarga Pencak Silat Nusantara penuh makna filosofinya, Adapun intetpretasi makna filosofi warna sabuk masing masing tingkat sebagai berikut: 1.  SABUK HITAM tingkat Siswa. arti warna Hitam adalah hampa. Makna Filosofinya warna hitam adalah warna netral pesilat KPS Nusantara pada tahap ini baru mencari jati diri berlandaskan Catur Prasetya Nusantara 2. SABUK BIRU tingkat Ksatria Muda arti warna biru stabil, kecerdasan dan rasa percaya diri. Makna filosofi sebagai tanda stabilitas keandalan pesilat KPS Nusantara 3. SABUK HIJAU tingkat Ksatria Madya arti warna Hijau kesuburan, kesegaran, kedamaian dan keseimbangan. Makna filosofi warna hijau warna sejuk juga diang...

Penerimaan Anggota/Siswa Baru Tahun 2020-2021

Gambar
   Menuju tatanan normal baru atau New Normal yang mana direncanakan untuk kegiatan belajar mengajar anaka didik sekolah formal  di Kabupaten Magelang akan dimulai pada awal tahun 2021 maka dengan ini KPS ( Keluarga Pencak Silat ) Nusantara Ranting Sedayu Muntilan berkenan membuka pendaftran siswa / anggota baru. Kami menjunjung tinggi budaya negeri dan harapan para orangtua bagi prestasi putera-puterinya terutama di bidang olahraga dan seni. Adapun tempat pendaftara serta lokasi latihan dapat dibaca di pamflet berikut, ohya...Pendaftara juga bisa via online, cukup membuka link dibawah ini dan pilih tempat latihan terdekat. https://forms.gle/V6RCTAiSKVWhQ2fF7 Selamat bergabung ya..

KPS NUSANTARA MUNTILAN

Gambar
Dokumentasi Kegiatan  KPS NUSANTARA MUNTILAN

Arti Lambang KPS Nusantara

Gambar
  PERISAI PERSEGI LIMA BERATURAN : Melambangkan  kekeluargaan dan persaudaraan Nusantara yang kukuh dan kuat serta berazaskan Pancasila.  TIGA LINGKARAN BERKAITAN : Melambangkan tiga aspek Pencak silat ,yakni beladiri, olahraga dan seni budaya merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Ketiga aspek ini di dalam KPS Nusantara mendapat kedudukan yang sama. Tiga lingkaran ini pun melambangkan kesatuan dan pendapat serta tujuan dari ketiga pendiri dalam memajukan dan mengembangkan pencak silat. PISAU BELATI : Kelahiran Nusantara sebagai study group yang tak henti-hentinya melakukan penelitian dan penggalian guna memajukan pencak silat. WARNA KUNING : Melambangkan keluhuran budi pekerti yang menjadi tujuan dari kekeluargaan ini, Warna hitam melambangkan tekat yang kuat dan rasa percaya diri. Warna biru melambangkan kesetiaan para anggotanya pada azas dan tujuan perguruan.

Sejarah IPSI

Gambar
  1922 Perhimpunan Pencak Silat Indonesia Upaya untuk mempersatukan pencak silat sebetulnya sudah dimulai pada masa penjajahan Belanda. Pada tahun 1922 di Segalaherang, Subang, Jawa Barat, didirikan Perhimpunan Pencak Silat Indonesia untuk menggabungkan aliran pencak Jawa Barat yang tersebar di seluruh kepulauan nusantara. Pada masa pendudukan Jepang, Presiden Soekarno pernah menjadi pelindungnya. Upaya serupa juga diadakan di Yogyakarta 1943 Gabungan Pencak Mataram Beberapa pendekar pencak silat, yaitu R.Brotosoetarjo dari Budaya Indonesia Mataram, Mohamad Djoemali dari Taman Siswa, R.M.Harimurti dari Krisnamurti, Abdullah dari Pencak Kesehatan, R.Soekirman dari Rukun Kasarasaning Badan, Alip Purwowarso dari Setia Hati Organisasi, Suwarno dari Setia Hati Terate, R.Mangkupujono dari Persatuan Hati dan R.M.Sunardi Suryodiprojo dari Reti Ati, mendirikan organisasi yang bernama Gabungan Pencak Mataram (GAPEMA) untuk bersama-sama menggalang pencak silat yang tumbuh di Ke...

Mengenal Lebih Dekat Guru Oong Maryono

Gambar
    Guru O’ong Maryono lahir di Bondowoso, Jawa Timur, pada 28 Juli 1953. Nama aslinya adalah Sumaryono, tetapi sejak kecil sudah biasa dipanggil oleh teman-temannya dengan nama panggilan “O’ong”. Sejak kecil beliau sangat meminati dunia beladiri. Karenanya sejak umur 9 tahun ia telah mempelajari pencak silat Madura dan Bawean serta berlatih seni beladiri Kuntao. Guru pertamanya adalah sang Kakek sendiri, Bapak Matrawi yang mengenalkannya kepada aliran Macan Kumbang, dan berikutnya beliau menjadi anggota Elang Putih di bawah Guru Handoko. Ketika pencak silat diakui sebagai mata lomba dalam cabang olahraga beladiri di tahun 1973, Guru O’ong Maryono memulai bertanding dan memenangkan berbagai kejuaraan daerah mewakili Kabupaten Bondowoso. Pada tahun yang sama, beliau pindah ke Jakarta dan berlatih ragam ilmu beladiri lainnya seperti Karate, Judo, Aikido, Ju Jitsu, dan Tae Kwon Do selagi tetap memperdalam latihan pencak silat di perguruan Keluarga Pencak Silat (KPS)...

Profil Singkat Keluarga Pencak Silat Nusantara

Gambar
  KPS NUSANTARA didirikan di Jakarta pada tanggal 28 Juli 1968 oleh 3 pendekar yaitu: Alm. Moh. Hadimulyo, BSc, Dr. Moh. Djoko Waspodo dan Alm. dr. Rachmadi Djoko Suwigyo pada awalnya KPS NUSANTARA bernama bernama Study Group Pencak Silat Nusantara , ketiganya sama-sama belajar pada seorang pendekar besar perguruan Pencak Silat Setia Hati, pada waktu itu ketiganya menjadi pengurus besar IPSI dibidang teknik dan sangat memprihatinkan keadaan Pencak Silat yang kurang di minati oleh kaum muda, alasannya jika ada Pencak Silat dan ada peminatnyapun sangat sulit untuk mencari guru dan tempat latihan karena pada umumnya perguruan-perguruan yang ada masih tertutup Tujuan terpanggil oleh keadaan semacam ini mereka bertiga memutuskan untuk mengadakan penelitian pengkajian dan studi banding melalui studi group yang didirikan. Tujuannya jelas untuk mencari upaya agar pencak silat berkembang. Melalui masa yang cukup panjang, akhirnya diputuskan untuk memulai pembaharuan antara lai...